Merajut Ukhuwah di Bulan Syawal, KB TK Al Fadholi Gelar Halal Bihalal Bersama KH. Anas Fauzi An Nachrowi
Bagikan Konten ini :
Malang – Dalam suasana hangat bulan Syawal 1447 H, Keluarga Besar KB TK Al Fadholi sukses menyelenggarakan acara Halal Bihalal pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Mengusung tema “Merajut silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan saling memaafkan di momen penuh berkah Halal Bihalal”, acara ini berlangsung khidmat mulai pukul 15.30 WIB di Masjid Al Fadholi, Jl. Mertojoyo Blok S No. 9.
Acara istimewa ini menghadirkan penceramah KH. Anas Fauzi An Nachrowi. Turut hadir merekatkan silaturahmi jajaran Pengasuh PP Darul Ulum Al-Fadholi, Ibu Nyai Hj. Nurul Aminah dan Gus H. M. Ashif Fadhli Zamzami, Ketua Yayasan Bapak H. Ahmad Zubairi S.Ag., M.H., serta dewan guru, komite, dan para wali murid.

Penampilan Memukau Santri Cilik dan Lantunan Ayat Suci



Sebelum memasuki acara inti, para hadirin disuguhi penampilan menggemaskan sekaligus membanggakan dari murid-murid KB TK Al Fadholi. Anak-anak tampil percaya diri melantunkan Asmaul Husna, membawakan tari islami, serta membacakan syair hari kemenangan.

Memasuki agenda resmi, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Lailatul Masruroh yang melantunkan QS. Ali ‘Imran ayat 135 dengan merdu:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya…”
Tiga Esensi Halal Bihalal


Menurut Yayasan Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bapak H. Ahmad Zubairi S.Ag., M.H. menyampaikan ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Beliau memanjatkan harapan besar agar KB TK Al Fadholi terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul, baik untuk bekal di dunia maupun keselamatan di akhirat.
Mengutip sebuah hadits riwayat Bukhari tentang pentingnya menyelesaikan kezaliman antarsesama manusia di dunia,
“مَن كانَت عِندَه مَظلِمةٌ لأخيه فليَتَحَلَّلْه مِنها؛ فإنَّه ليس ثَمَّ دينارٌ ولا دِرهَمٌ، مِن قَبلِ أن يُؤخَذَ لأخيه مِن حَسَناتِه، فإن لم يَكُنْ له حَسَناتٌ أُخِذَ مِن سَيِّئاتِ أخيه فطُرِحَت عليه” (صحيح البخاري)
Bapak H. Ahmad Zubairi menyimpulkan bahwa terdapat tiga poin esensial dari tradisi Halal Bihalal:
1. Silaturahmi dan Persaudaraan : Momen mempertemukan kembali dan memperkuat ikatan persaudaraan.
2. Saling Memaafkan (Muhasabah) : Kesempatan membersihkan hati dari segala khilaf melalui musafahah (bersalaman).
3. Refleksi Sosial (Ukhuwah) : Merawat keharmonisan dan toleransi di lingkungan masyarakat.
Mauidhoh Hasanah: Menjadi Generasi yang Dirindukan Nabi

Acara puncak diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh KH. Anas Fauzi An Nachrowi. Beliau mengupas makna Surah An-Nisa Ayat 69
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَبِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ
النَّبِيِّنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُوْلَبِكَ رَفِيقًا
tentang empat golongan mulia di akhirat kelak yang patut diteladani, yaitu:
1. Para Nabi: Utusan Allah pembawa wahyu yang telah ditutup oleh Nabi Muhammad SAW.
2. Shiddiqin: Orang-orang yang tulus imannya. KH. Anas mengibaratkan golongan ini seperti para wali Allah yang senantiasa bersyukur dan tidak pernah sambat (mengeluh).
3. Syuhada: Saksi kebenaran dan pejuang di jalan Allah. Dalam konteks modern, wujudnya adalah mereka yang bersegera meninggalkan aktivitas duniawi demi mendirikan shalat saat adzan berkumandang.
4. Shalihin: Orang-orang saleh yang selalu beramal baik. Beliau mengisahkan sebuah hadits di mana Rasulullah SAW merindukan kehadiran saudara-saudaranya, yakni umat-umat setelah beliau yang beriman meskipun belum pernah berjumpa (golongan Shalihin).
Kegiatan Halal Bihalal yang penuh berkah ini kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan bagi seluruh Keluarga Besar KB TK Al Fadholi.


Tinggalkan Balasan